Monday, 18 May 2015

Super Numerary Teat atau Putting Sapi Berlebih

MAKALAH PEMELIHARAAN PEDET DAN DARA (SUPER NUMERARY TEATS) 


 Disusun Oleh : 
Fina Siti Nur Latifah




PENDIDIKAN DIPLOMA III 
AGRIBISNIS SAPI PERAH DIVISI KERJASAMA PENDIDIKAN TINGGI PPPPTK (VEDCA) PERTANIAN CIANJUR, PT. ULTRAJAYA TBK JOINT PROGRAM POLITEKNIK NEGERI JEMBER 2015
  
KATA PENGANTAR 
 Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan “Tata Laksana Pemeliharaan Sapi Perah Pedet dan Dara”. Laporan ini disusun untuk melengkapi sebagian tugas dari mata kuliah Tata Laksana Pemeliharaan Sapi Perah Pedet dan. 
 Tersusunnya Laporan ini tentunya tidak lepas dari peran serta berbagai pihak yang telah memberikan bantuan secara materil dan spiritual, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 
1. Bapak Dr.Ir. Ruli Basuni, selaku dosen mata kuliah Tata Laksana Pemeliharaan Sapi Perah Pedet dan Dara. 
2. Bapak Ir. Satya Gunawan, MP. selaku dosen mata kuliah Tata Laksana Pemeliharaan Sapi Perah Pedet dan Dara. 
3. Bapak MP.Mujiyono, SP., MP. selaku dosen mata kuliah Tata Laksana Pemeliharaan Sapi Perah Pedet dan Dara. 
4. Orang Tua dan teman-teman yang telah membantu dan memberikan dorongan semangat agar makalah ini dapat diselesaikan. 

Demikian pengantar yang dapat penulis sampaikan.penulis pun sadar bawasannya penulis hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sedangkan kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dalam penulisan dan penyusununnya masih jauh dari kata sempurna. 
Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif akan senantiasa penulis nanti dalam upaya evaluasi diri. 

Cianjur, April 2015 Penulis   




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………… 2 DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………... 3 BAB I :PENDAHULUAN………………………………………………………………………. 4 
A. Latar belakang………………………………………………………………………... 4 
B. Rumusan masalah……………………………………………………………………. 4 
C. Tujuan………………………………………………………………………………... 4 
D. Manfaat………………………………………………………………………………. 5 
BAB II :TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………………………… 6 
A. Pengertian………………………………………………………………………………... 6 
B. Putting sapi berlebih (Supernumerary teats)…………………………………………….. 7 
C. Pemotongan putting……………………………………………………………………… 7 
BAB III: METODE DAN LANGKAH KERJA…………………………………………………. 8
A. Penghilangan putting dengan cara operasi……………………………………………….. 8
B. Penghilangan putting dengan menggunakan tali karet…………………………………... 8
BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN………………………………………………………... 9
BAB V: PENUTUP…………………………………………………………………………….. 10
A. Kesimpulan……………………………………………………………………………... 10
B. Saran……………………………………………………………………………………. 10
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………... 11  

BAB I PENDAHULUAN 

A. Latar belakang
Sapi perah merupakan salah satu ternak penghasil susu yang cukup tinggi, untuk mendapatkan produk susu yang tinggi perlu diperhatikan manajemen pemeliharaan dari sapi perah. Yaitu tentang lingkungan dan kondisi sapi itu sendiri. Putting merupakan bagian penting pada ternak sapi perah karena putting merupakan organ yang menyalurkan air susu dari kelenjar pada ambing menuju ke luar dengan cara diperah baik secara manual maupun mekanik. Tidak semua sapi perah normal mempunyai putting berjumlah empat, ada sapi yang mempunyai lebih dari empat putting misalnya mempunyai putting berjumlah lima atau enam. Inilah yang disebut dengan supernumamery teats atau kelebihan putting. Pada sebagian peternakan menggangap bahwa kelebihan putting bukan termasuk kelainan sapi perah yang terlalu serius tetapi ada juga sebagian yang menggangap bahwa kelebihan putting harus dilakukan penanganan seperti operasi putting atau putting dimatikan dengan cara diikat dengan tali karet supaya aliran darah berhenti sehingga lama-kelamaan putting tidak berfungsi lagi (putus).
 B. Rumusan masalah
 1. Apa pengertian dari supernumamery teats ?
2. Apa penyebab dari supernumamery teats ?
3. Seberapa pengaruh supernumamery teats terhadap produksi susu ?
4. Bagaimana cara menangani supernumamery teats ?
C. Tujuan
1. Mengetahui apa itu supernumamery teats
2. Mengetahui penyebab dari supernumamery teats
3. Mengerti pengaruh supernumamery teats terhadap produksi susu
4. Mengetahui cara menangani supernumamery teats
D. Manfaat Mahasiswa dapat mengerti dan mengetahui mengenai supernumamery teats dan bagaimana cara menanganinya serta dampak apa yang dapat ditimbulkan terhadap kondisi sapi perah dan produksi susunya.  

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 

A. pengertian Sapi perah merupakan unit produksi terkecil dari industri persusuan, suatu industri yang berdiri karena permintaan konsumen dan produknya. Untuk mengembangkan sistem manajemen peternakan sapi perah, perlu di kembangkan pengetahuan dasar mengenai biologi laktasi. Pengertian biologi laktasi sebetulnya adalah fisiologi laktasi, yaitu ilmu yang mempelajari fungsi organ tubuh ternak perah yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam proses laktasi.
Organ yang mempunyai peran utama dalam biologi laktasi adalah ambing . Oleh karena itu ambing perlu di pelajari secara mendalam baik anatominya, histologinya bahkan sampai tingkat molekuler. Perkembangan ambing mulai dari saat d ilahirkan, saat puber, bunting laktasi dan periode kering juga pelu di pelajari secara mendalam.
 Ambing sapi perah terdiri atas 4 kelenjar susu (mammary gland) yang terletak di daerah inguinal Susu dari tiap kelenjar disalurkan ke luar melalui puting. Ambing menempel dengan perantara sejumlah jaringan ikat, di samping berhubungan dengan bagian dalam tubuh sapi melalui canalis inguinalis. Melalui canalis inguinalis ini masuk arteri dan Vena, pembuluh getah bening dan syaraf dari dalam tubuh sapi masuk ke dalam ambing, bentuk ambing seperti sebuah mangkuk, bagian yang membulat penuh teletak di bagian belakang. Ambing sapi perah terletak di antara dua paha kaki belakang.
Ambing di bagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan di pisahkan oleh ligamentum suspensory medialis. Masing-masing kuartir mempunyai sistem duktus yang terpisah, jadi ambing merupakan 4 kelenjar yang sekaligus menjadi empat kuartir. Berat ambing tergantung umur, masa laktasi, banyaknya susu di dalam ambing, dan faktor genetik. Beratnya berkisar antara 11,35 – 27,00 kg atau lebih tidak termasuk susu. Kapasitas ambing adalah 30,5 kg. Berat dan kapasitasnya naik sesuai dengan bertambahnya umur. Setelah sapi mencapai umur 6 tahun berat dan kapasitas ambing tidak naik lagi. Terbesar kapasitasnya pada laktasi yang kedua dan ketiga. Bentuk ambing dan ukuran nya tidak sama antara satu sapi dengan sapi yang lain walaupun dalam satu bangsa, sebab bentuk dan ukuran ambing di pengaruhi oleh kemampuan produksi susu, umur, faktor genetis.
Masing-masing kuartir atau mammary gland di lengkapi sebuah puting yang fungasinya untuk menyalurkan susu keluar dari ambing pada saat terjadi pemerahan. Puting letaknya di bagian belakang ventral ambing. Kadang kita jumpai ambing yang lebih dari satu puting bahkan ada yang terletak pada posterior dari puting belakang.
Puting yang berlebih ini sebaiknya di lakukan penyembuhan pada waktu masih pedet. Apabila tidak, maka ambing bisa mudah terkena infeksi oleh mikroorganisme yang mungkin dapat berkembang menjadi penyakit mastitis.

 B. Putting sapi berlebih (SUPER NUMERARY TEATS)
Jumlah putting sapi perah yang normal adalah empat buah. Tetapi kadang kadang ada sementara sapi pada ambingnya tumbuh putting palsu, yakni putting ekstra yang pertumbuhannya lebih kecil atau tidak sempurna putting ekstra ini merugikan karena:
1. Pada umumnya putting yang berlebihan (ekstra) tadi posisinya berdekatan atau pada putting dasar utama 2. Pada saat sapi dewasa berproduksi dapat menjadi saluran infeksi penyakit mastitis dan mengganggu pemerahan oleh karena itu, putting ekstra tadi harus di ambil dengan cara di potong

 C. Pemotongan putting berlebih
Sekitar putting dan putting yang akan di potong harus di bersihkan, di sterilkan terlebih dahulu dengan alcohol atau deinfektan lainnya. Kemudian puting agak di tarik dan di potong dengan gunting yang tajam sesudah pemotongan selesai, bekas pemotongan tadi harus di beri obat merah.Pemotongan putting ini dilakukan pada saat pedet masih kecil.  

BAB III METODE DAN LANGKAH KERJA 

Penghilangan putting Dengan cara operasi
1. Memasukan sapi ke dalam kandang operasi
2. Menginject putting sapi dengan lidocaine yang akan dipotong putingnya
3. Menarik putting dengan tang kearah bawah
4. Memotong putting menggunakan pisau atau gunting
5. Menginject sapi dengan vitamin K untuk menghentikan pendarahan
6. Menginject sapi dengan penstrep untuk antibiotic agar tidak mudah terserang penyakit
7. Menyemprot bekas putting yang telah dipotong dengan spray alamycin atau obat merah agar tidak infeksi.

Penghilangan putting menggunakan tali karet
1. Memasukkan sapi ke dalam kandang jepit
2. Mengikat putting yang akan dihilangkan dengan karet hingga kencang
3. Menunggu hingga putting terlepas sendiri sekitar 1-2 minggu  

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 
Supernumamery teats adalah putting yang berkembang di luar keempat putting normal pada ambing sapi atau putting berlebih. dan merupakan kondisi abnormalitas bawaan dari lahir. Proses terbentuknya putting tersebut dipengaruhi oleh kombinasi gen-gen tertentu,putting tersebut bisa mempunyai saluran yang tersambung ke alveolus ambing bisa juga tidak, putting berlebih sebaiknya dipotong karena bisa menyebabkan mastitis Pengaruh putting berlebih terhadap produksi susu adalah apabila putting tersebut terkena mastitis maka dapat menular ke putting yang lainnya.
Tetapi apabila sapi tidak terkena mastitis maka tidak terlalu berpengaruh hanya saja kelebihan putting ini kemungkinan besar akan berdampak kepada anaknya atau keturunan berikutnya. Cara menangani kelebihan putting atau supernumamery teats adalah dengan Dengan cara operasi Memasukan sapi ke dalam kandang operasi:
1. Menginject putting sapi dengan lidocaine yang akan dipotong putingnya
2. Menarik putting dengan tang kearah bawah
3. Memotong putting menggunakan pisau atau gunting
4. Menginject sapi dengan vitamin K untuk menghentikan pendarahan
5. Menginject sapi dengan penstrep untuk antibiotic agar tidak mudah terserang penyakit
6. Menyemprot bekas putting yang telah dipotong dengan spray alamycin atau obat merah agar tidak infeksi

Dengan tali karet:
1.Memasukkan sapi ke dalam kandang jepit
2.Mengikat putting yang akan dihilangkan dengan karet hingga kencang
3.Menunggu hingga putting terlepas sendiri sekitar 1-2 minggu  

BAB V PENUTUPAN

 A. Kesimpulan
Antara 25 sampai 50 persen sapi mempunyai puting berlebih (tambahan), keadaan ini disebut supranumerary teat. Puting berlebih ini biasanya terletak di sebelah belakang.
Sebaiknya puting berlebih ini dihilangkan sebelum pedet mencapai umur satu tahun, hal ini untuk mencegah terjadinya mastitis.
Pemotongan putting dapat dilakukan Dengan cara Memotong putting menggunakan pisau atau gunting atau bisa juga dengan Mengikat putting yang akan dihilangkan dengan karet hingga kencang sampai lama-kelamaan putting tersebut putus
B. Saran
Sebaiknya pemotongan putting berlebih dilakukan pada saat pedet berumur sekitar 2 bulan karena jika sapi terlalu dewasa maka akan berdampak terjadinya stress pada sapi dan juga pada saat berumur 2 bulan putting pedet masih lunak dan mudah untuk dipotong. Sapi yang mempunyai kelebihan putting juga sebaiknya tidak dipelihara karena akan berpengaruh pada keturunannya.  

3 comments:

  1. artikel kamu bagus

    tapi saran dikit boleh ngak, backgroungnya jangan terlelu terang ya, klo emang mau terang kaya gitu warna tulisannya jangan terlalu soft dong, kan jadinya nga bisa kebaca

    di pertimbangin ya maaf sebelumnya nga maksud apa apa ko cuma saran doang

    ReplyDelete

Monday, 18 May 2015

Super Numerary Teat atau Putting Sapi Berlebih

MAKALAH PEMELIHARAAN PEDET DAN DARA (SUPER NUMERARY TEATS) 


 Disusun Oleh : 
Fina Siti Nur Latifah




PENDIDIKAN DIPLOMA III 
AGRIBISNIS SAPI PERAH DIVISI KERJASAMA PENDIDIKAN TINGGI PPPPTK (VEDCA) PERTANIAN CIANJUR, PT. ULTRAJAYA TBK JOINT PROGRAM POLITEKNIK NEGERI JEMBER 2015
  
KATA PENGANTAR 
 Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan “Tata Laksana Pemeliharaan Sapi Perah Pedet dan Dara”. Laporan ini disusun untuk melengkapi sebagian tugas dari mata kuliah Tata Laksana Pemeliharaan Sapi Perah Pedet dan. 
 Tersusunnya Laporan ini tentunya tidak lepas dari peran serta berbagai pihak yang telah memberikan bantuan secara materil dan spiritual, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 
1. Bapak Dr.Ir. Ruli Basuni, selaku dosen mata kuliah Tata Laksana Pemeliharaan Sapi Perah Pedet dan Dara. 
2. Bapak Ir. Satya Gunawan, MP. selaku dosen mata kuliah Tata Laksana Pemeliharaan Sapi Perah Pedet dan Dara. 
3. Bapak MP.Mujiyono, SP., MP. selaku dosen mata kuliah Tata Laksana Pemeliharaan Sapi Perah Pedet dan Dara. 
4. Orang Tua dan teman-teman yang telah membantu dan memberikan dorongan semangat agar makalah ini dapat diselesaikan. 

Demikian pengantar yang dapat penulis sampaikan.penulis pun sadar bawasannya penulis hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sedangkan kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dalam penulisan dan penyusununnya masih jauh dari kata sempurna. 
Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif akan senantiasa penulis nanti dalam upaya evaluasi diri. 

Cianjur, April 2015 Penulis   




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………… 2 DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………... 3 BAB I :PENDAHULUAN………………………………………………………………………. 4 
A. Latar belakang………………………………………………………………………... 4 
B. Rumusan masalah……………………………………………………………………. 4 
C. Tujuan………………………………………………………………………………... 4 
D. Manfaat………………………………………………………………………………. 5 
BAB II :TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………………………… 6 
A. Pengertian………………………………………………………………………………... 6 
B. Putting sapi berlebih (Supernumerary teats)…………………………………………….. 7 
C. Pemotongan putting……………………………………………………………………… 7 
BAB III: METODE DAN LANGKAH KERJA…………………………………………………. 8
A. Penghilangan putting dengan cara operasi……………………………………………….. 8
B. Penghilangan putting dengan menggunakan tali karet…………………………………... 8
BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN………………………………………………………... 9
BAB V: PENUTUP…………………………………………………………………………….. 10
A. Kesimpulan……………………………………………………………………………... 10
B. Saran……………………………………………………………………………………. 10
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………... 11  

BAB I PENDAHULUAN 

A. Latar belakang
Sapi perah merupakan salah satu ternak penghasil susu yang cukup tinggi, untuk mendapatkan produk susu yang tinggi perlu diperhatikan manajemen pemeliharaan dari sapi perah. Yaitu tentang lingkungan dan kondisi sapi itu sendiri. Putting merupakan bagian penting pada ternak sapi perah karena putting merupakan organ yang menyalurkan air susu dari kelenjar pada ambing menuju ke luar dengan cara diperah baik secara manual maupun mekanik. Tidak semua sapi perah normal mempunyai putting berjumlah empat, ada sapi yang mempunyai lebih dari empat putting misalnya mempunyai putting berjumlah lima atau enam. Inilah yang disebut dengan supernumamery teats atau kelebihan putting. Pada sebagian peternakan menggangap bahwa kelebihan putting bukan termasuk kelainan sapi perah yang terlalu serius tetapi ada juga sebagian yang menggangap bahwa kelebihan putting harus dilakukan penanganan seperti operasi putting atau putting dimatikan dengan cara diikat dengan tali karet supaya aliran darah berhenti sehingga lama-kelamaan putting tidak berfungsi lagi (putus).
 B. Rumusan masalah
 1. Apa pengertian dari supernumamery teats ?
2. Apa penyebab dari supernumamery teats ?
3. Seberapa pengaruh supernumamery teats terhadap produksi susu ?
4. Bagaimana cara menangani supernumamery teats ?
C. Tujuan
1. Mengetahui apa itu supernumamery teats
2. Mengetahui penyebab dari supernumamery teats
3. Mengerti pengaruh supernumamery teats terhadap produksi susu
4. Mengetahui cara menangani supernumamery teats
D. Manfaat Mahasiswa dapat mengerti dan mengetahui mengenai supernumamery teats dan bagaimana cara menanganinya serta dampak apa yang dapat ditimbulkan terhadap kondisi sapi perah dan produksi susunya.  

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 

A. pengertian Sapi perah merupakan unit produksi terkecil dari industri persusuan, suatu industri yang berdiri karena permintaan konsumen dan produknya. Untuk mengembangkan sistem manajemen peternakan sapi perah, perlu di kembangkan pengetahuan dasar mengenai biologi laktasi. Pengertian biologi laktasi sebetulnya adalah fisiologi laktasi, yaitu ilmu yang mempelajari fungsi organ tubuh ternak perah yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam proses laktasi.
Organ yang mempunyai peran utama dalam biologi laktasi adalah ambing . Oleh karena itu ambing perlu di pelajari secara mendalam baik anatominya, histologinya bahkan sampai tingkat molekuler. Perkembangan ambing mulai dari saat d ilahirkan, saat puber, bunting laktasi dan periode kering juga pelu di pelajari secara mendalam.
 Ambing sapi perah terdiri atas 4 kelenjar susu (mammary gland) yang terletak di daerah inguinal Susu dari tiap kelenjar disalurkan ke luar melalui puting. Ambing menempel dengan perantara sejumlah jaringan ikat, di samping berhubungan dengan bagian dalam tubuh sapi melalui canalis inguinalis. Melalui canalis inguinalis ini masuk arteri dan Vena, pembuluh getah bening dan syaraf dari dalam tubuh sapi masuk ke dalam ambing, bentuk ambing seperti sebuah mangkuk, bagian yang membulat penuh teletak di bagian belakang. Ambing sapi perah terletak di antara dua paha kaki belakang.
Ambing di bagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan di pisahkan oleh ligamentum suspensory medialis. Masing-masing kuartir mempunyai sistem duktus yang terpisah, jadi ambing merupakan 4 kelenjar yang sekaligus menjadi empat kuartir. Berat ambing tergantung umur, masa laktasi, banyaknya susu di dalam ambing, dan faktor genetik. Beratnya berkisar antara 11,35 – 27,00 kg atau lebih tidak termasuk susu. Kapasitas ambing adalah 30,5 kg. Berat dan kapasitasnya naik sesuai dengan bertambahnya umur. Setelah sapi mencapai umur 6 tahun berat dan kapasitas ambing tidak naik lagi. Terbesar kapasitasnya pada laktasi yang kedua dan ketiga. Bentuk ambing dan ukuran nya tidak sama antara satu sapi dengan sapi yang lain walaupun dalam satu bangsa, sebab bentuk dan ukuran ambing di pengaruhi oleh kemampuan produksi susu, umur, faktor genetis.
Masing-masing kuartir atau mammary gland di lengkapi sebuah puting yang fungasinya untuk menyalurkan susu keluar dari ambing pada saat terjadi pemerahan. Puting letaknya di bagian belakang ventral ambing. Kadang kita jumpai ambing yang lebih dari satu puting bahkan ada yang terletak pada posterior dari puting belakang.
Puting yang berlebih ini sebaiknya di lakukan penyembuhan pada waktu masih pedet. Apabila tidak, maka ambing bisa mudah terkena infeksi oleh mikroorganisme yang mungkin dapat berkembang menjadi penyakit mastitis.

 B. Putting sapi berlebih (SUPER NUMERARY TEATS)
Jumlah putting sapi perah yang normal adalah empat buah. Tetapi kadang kadang ada sementara sapi pada ambingnya tumbuh putting palsu, yakni putting ekstra yang pertumbuhannya lebih kecil atau tidak sempurna putting ekstra ini merugikan karena:
1. Pada umumnya putting yang berlebihan (ekstra) tadi posisinya berdekatan atau pada putting dasar utama 2. Pada saat sapi dewasa berproduksi dapat menjadi saluran infeksi penyakit mastitis dan mengganggu pemerahan oleh karena itu, putting ekstra tadi harus di ambil dengan cara di potong

 C. Pemotongan putting berlebih
Sekitar putting dan putting yang akan di potong harus di bersihkan, di sterilkan terlebih dahulu dengan alcohol atau deinfektan lainnya. Kemudian puting agak di tarik dan di potong dengan gunting yang tajam sesudah pemotongan selesai, bekas pemotongan tadi harus di beri obat merah.Pemotongan putting ini dilakukan pada saat pedet masih kecil.  

BAB III METODE DAN LANGKAH KERJA 

Penghilangan putting Dengan cara operasi
1. Memasukan sapi ke dalam kandang operasi
2. Menginject putting sapi dengan lidocaine yang akan dipotong putingnya
3. Menarik putting dengan tang kearah bawah
4. Memotong putting menggunakan pisau atau gunting
5. Menginject sapi dengan vitamin K untuk menghentikan pendarahan
6. Menginject sapi dengan penstrep untuk antibiotic agar tidak mudah terserang penyakit
7. Menyemprot bekas putting yang telah dipotong dengan spray alamycin atau obat merah agar tidak infeksi.

Penghilangan putting menggunakan tali karet
1. Memasukkan sapi ke dalam kandang jepit
2. Mengikat putting yang akan dihilangkan dengan karet hingga kencang
3. Menunggu hingga putting terlepas sendiri sekitar 1-2 minggu  

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 
Supernumamery teats adalah putting yang berkembang di luar keempat putting normal pada ambing sapi atau putting berlebih. dan merupakan kondisi abnormalitas bawaan dari lahir. Proses terbentuknya putting tersebut dipengaruhi oleh kombinasi gen-gen tertentu,putting tersebut bisa mempunyai saluran yang tersambung ke alveolus ambing bisa juga tidak, putting berlebih sebaiknya dipotong karena bisa menyebabkan mastitis Pengaruh putting berlebih terhadap produksi susu adalah apabila putting tersebut terkena mastitis maka dapat menular ke putting yang lainnya.
Tetapi apabila sapi tidak terkena mastitis maka tidak terlalu berpengaruh hanya saja kelebihan putting ini kemungkinan besar akan berdampak kepada anaknya atau keturunan berikutnya. Cara menangani kelebihan putting atau supernumamery teats adalah dengan Dengan cara operasi Memasukan sapi ke dalam kandang operasi:
1. Menginject putting sapi dengan lidocaine yang akan dipotong putingnya
2. Menarik putting dengan tang kearah bawah
3. Memotong putting menggunakan pisau atau gunting
4. Menginject sapi dengan vitamin K untuk menghentikan pendarahan
5. Menginject sapi dengan penstrep untuk antibiotic agar tidak mudah terserang penyakit
6. Menyemprot bekas putting yang telah dipotong dengan spray alamycin atau obat merah agar tidak infeksi

Dengan tali karet:
1.Memasukkan sapi ke dalam kandang jepit
2.Mengikat putting yang akan dihilangkan dengan karet hingga kencang
3.Menunggu hingga putting terlepas sendiri sekitar 1-2 minggu  

BAB V PENUTUPAN

 A. Kesimpulan
Antara 25 sampai 50 persen sapi mempunyai puting berlebih (tambahan), keadaan ini disebut supranumerary teat. Puting berlebih ini biasanya terletak di sebelah belakang.
Sebaiknya puting berlebih ini dihilangkan sebelum pedet mencapai umur satu tahun, hal ini untuk mencegah terjadinya mastitis.
Pemotongan putting dapat dilakukan Dengan cara Memotong putting menggunakan pisau atau gunting atau bisa juga dengan Mengikat putting yang akan dihilangkan dengan karet hingga kencang sampai lama-kelamaan putting tersebut putus
B. Saran
Sebaiknya pemotongan putting berlebih dilakukan pada saat pedet berumur sekitar 2 bulan karena jika sapi terlalu dewasa maka akan berdampak terjadinya stress pada sapi dan juga pada saat berumur 2 bulan putting pedet masih lunak dan mudah untuk dipotong. Sapi yang mempunyai kelebihan putting juga sebaiknya tidak dipelihara karena akan berpengaruh pada keturunannya.  

3 comments:

  1. artikel kamu bagus

    tapi saran dikit boleh ngak, backgroungnya jangan terlelu terang ya, klo emang mau terang kaya gitu warna tulisannya jangan terlalu soft dong, kan jadinya nga bisa kebaca

    di pertimbangin ya maaf sebelumnya nga maksud apa apa ko cuma saran doang

    ReplyDelete